PORTER DI STASIUN GAMBIR
https://catatancintaabadi.blogspot.com/2009/04/porter-di-stasiun-gambir.html
Itulah keseharian mereka. Setiap ada kereta dari luar kota yang masuk mereka akan berlari dan berusaha masuk ke gerbong kereta api. Mereka lakukan dari kereta ke kereta tanpa menyerah. Mereka selalu optimis bahwa kereta yang baru datang adalah merupakan harapan akan adanya rejeki yang mungkin mereka dapat. Mereka telah menerapkan etos kerja yang luar biasa. Pada akhirnya setelah berusaha mereka akan bilang bahwa rejeki sudah ada yang mengatur, mereka mensyukuri dengan apa yang mereka peroleh.
Saya jadi berfikir mereka yang berusaha dengan susah payah, hasil mungkin tidak seberapa tapi tetap optimis dan tetap bersyukur dengan yang ada, kenapa kita kadang tidak optimis tidak bersyukur (ini hanya dari satu sisi saja lho.. ) padahal yang kita peroleh jauh lebih banyak. Mungkin mereka tidak tahu apa definisi dan arti tawaqqal, namun dalam kehidupan sehari-hari mereka telah mempraktekkannya. Saya jadi teringat salah satu ayat dalam Al qur’an surat Arrakhman yang artinya: maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?
Jadi.... jangan remehkan siapapun, apapun profesi dia, karena di mata Alloh Swt. bisa-bisa dia lebih mulia dari kita..
Keterangan Foto:
Para porter berbaris (sebelah kanan) di Stasiun Gambir menanti kedatangan kereta, walaupun kereta belum masuk (baru terlihat lampunya saja)
silahkan lihat: tulisan ttg Stasiun Gambir
silahkan lihat: tulisan ttg Stasiun Gambir